Showing posts with label bertaubat. Show all posts
Showing posts with label bertaubat. Show all posts

Sunday, August 11, 2013

Kisah nyata azab kubur!

Bismilaahirrahmanirrahim...

Berikut adalah 2 kisah nyata tentang azab kubur yang pernah aku baca. Untuk sumber, maaf sekali karena cuma berani mencantumkan 1 sumber, karena untuk cerita yang 1 lagi, aku nggak berani buka artikelnya gara-gara ada gambarnya, serem banget.... >.< (yaahh... aku adalah seorang penakut tingkat kronis, buat yang sama-sama penakut, tenang aja, artikel ini GA ADA GAMBARNYA kok...). Tapi kurang lebih ceritanya adalah seperti yang aku tulis ulang di sini. Mungkin beberapa dari teman-teman sudah pernah membaca atau mendengar ceritanya. Jadi aku cuma menulis ulang di sini.

Kedua cerita yang aku tulis di sini adalah murni, cerita sungguhan, bukti nyata mengenai azab kubur yang bisa kita jadikan pelajaran agar kita tidak berakhir seperti itu (Insya Allah, Aamiin...). Kisah ini hampir serupa, bedanya adalah yang mengalami yang 1 wanita, yang 1 lagi pria. Dosanya pun mirip-mirip. Aku ceritakan apa yang aku inget aja ya. :)


KISAH 1:
Kisah ini lumayan beken, terutama mungkin yang pernah mengikuti kegiatan keagamaan semacam ESQ atau semacamnya, cerita ini pernah diceritakan. (Maaf sekali lagi, karena aku nggak berani mampang gambarnya... >.<)

Dikisahkan, ada seorang anak lelaki (kalau aku nggak salah, cerita ini datang dari negara-negara Arab), yang

Monday, July 8, 2013

Bertaubat dalam ISLAM


Bismillahirrahmanirrahim...

Kali ini aku akan membahas tentang taubat dalam ajaran Islam. (sumber saya cantumkan di bawah)

Ketika kita bercermin, lalu di cermin itu ada kotoran misalnya debu tebal atau kotoran lainnya, yang kita lakukan seharusnya adalah membersihkan kotoran tersebut (jangan malah ngaca di tempat yang ga ada kotorannya terus kotorannya dibiarin aja, masa nunggu cerminnya lapuk sama kotoran? -____-" )

Setiap kali seorang hamba melakukan perbuatan dosa, Allah memberikan tanda noda hitam pada hatinya. Semakin banyak dia mengulangi perbuatan dosanya, maka akan semakin banyak noda hitam (penyakit hati) tersebut. Jika noda tersebut sudah menutupi hatinya maka

Belum terlambat untuk bertaubat sekarang! Tata cara melaksanakan sholat taubat

Bismillahirrahmanirrahim...

Taubatan nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh kepada Allah swt. Kemarin, aku bertanya ke sana ke mari, googling sana sini, mencari tahu, tentang semua ibadah yang sudah aku tinggalkan itu bagaimana nasibnya? Banyak sekali pendapat-pendapat yang ada. (Insya Allah akan aku jelaskan di tulisan lainnya) Tapi, dari semua itu, yang paling utama adalah menyesali se-sesal-sesalnya dan melakukan sholat taubat.

Dalil mengenai taubat:

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئاً
“Maka sesudah mereka (nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)


فَإِنَّهُ كَانَ لِلأَوَّابِينَ غَفُوراً
“Karena sesungguhnya Dia Maha mengampuni kesalahan hamba-hamba yang benar-benar bertaubat kepada-Nya.” (QS. Al Israa’: 25)



Syarat / Tata cara melakukan Taubat yang benar:
1.      Berniat ikhlas bertaubat karena mencari ampunan Allah Semata
2.      Mengakui dan menyesali dosa
3.      Berhenti dari dosa
4.      Berjanji dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa itu
5.      Mengembalikan hak orang yang dizalimi jika dosanya berhubungan dengan orang lain
6.      Boleh juga ditambah dengan melakukan Shalat Taubat


Tata Cara Shalat Taubat :

Pengalamanku : Bertaubat kali ini...

Bismillahirrahmanirrahim....

Aku ingin bercerita tentang kiat-kiat bertaubat yang pernah saya tempuh. Ini hanya saran-saran yang bisa dijadikan pertimbangan. Semoga bisa bermanfaat untuk memantapkan hati kita untuk bertaubat kepada Allah swt. Aamiin...

1. Berteman baik dengan orang yang memiliki ibadah yang jauh lebih bagus dari kita
2. Like page-page di FB atau twitter tentang Islam
3. Rajin googling tentang azab kubur
4. Bayangkan kematian
5. Sekali lagi, bayangkan kematian!
6. Cari cerita-cerita Rasulullah tentang janji-janji Allah swt terhadap kita
7. Ingat Allah swt, dan renungkan
8. Coba berbicara pada hati sendiri


1. Berteman baik dengan orang yang memiliki ibadah yang jauh lebih bagus dari kita
Tidak harus dengan ustadzah atau dengan ustad-ustad. Cari saja teman di sekitarmu yang kamu yakin setidak-tidaknya dia menjaga sholatnya. Lewatkan banyak waktu dengan mereka, supaya kita bisa melihat apa saja yang dia kerjakan. Akui saja, dengan status kita sebagai orang Islam, kita akan merasa malu kalau tidak pernah sholat setiap kali teman kita sholat. Dengan begitu kita akan sedikit demi sedikit mengikuti dia. Walaupun awalnya mungkin hanya sekedar

Taubatku... Alhamdulillah

Bismillahirrahmanirrahim...

Beberapa hari yang lalu aku baru saja berganti umur dari 21 menjadi 22. Saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi, mungkin dikarenakan banyaknya doa baik yang ditujukan orang-orang untukku (Alhamdulillah), tiba-tiba aku merasa gelisah. Gelisah yang diikuti oleh ketakutan.

Jujur saja, aku bukan seorang ustadzah, muslimah yang sempurna, bahkan aku tidak pernah mengikuti organisasi-organisasi semacam rohis atau tergabung dengan yang semacamnya. Selama 22 tahun, semenjak aku menginjak usia dewasa hingga hari pergantian umurku, aku bukanlah seorang muslimah yang benar-benar muslimah. Aku adalah hamba-Nya yang sangat tidak taat. Sholat aku tinggalkan tanpa perasaan bersalah barang sedikitpun, aku tidak lagi membaca Al-Quran seperti saat dahulu guru mengaji masih datang ke rumah, aku jamin sebelum ini aku hanya mendapatkan lapar dan dahaga saat berpuasa, aku dengan sengaja membatalkan puasa, menunda-nunda mandi junubku, beralasan sedang berhalangan setiap teman-temanku mengajakku sholat, dan perbuatan lainnya. Tanpa mengingat aku hidup karena Allah, aku dicukupi oleh Allah, dan kapan saja Allah bisa memanggilku, aku melakukan semuanya tanpa perasaan bersalah. Aku sombong, seolah-olah masih banyak waktu tersisa untukku dan aku bisa kapan saja bertaubat sesuka hatiku. Astaghfirullahaladzim, setan benar-benar sudah merasuk ke pembuluh darahku.

Tetapi aku berpura-pura menjadi seorang yang sangat paham dengan agama di depan orang lain. Yap, secara teori, aku paham, aku mengerti. Aku mengakui di dalam diriku bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang patut disembah, dan aku mengakui Nabi Muhammad SAW adalah rosul yang diutus oleh Allah di tengah-tengah kita. Aku meyakini Islam itu benar, aku percaya dengan kekuatan doa. Aku masih rajin meminta dan berdoa tanpa malu pada penciptaku, beramal tapi tidak mendirikan sholat. Dan akhirnya aku tahu, semua itu sia-sia, kosong belaka ketika aku bahkan tidak menjalankan perintah utama Allah, yaitu sholat.